Sehingga dan Sedangkan di Awal Kalimat: Salah dan Penggantinya
Sehingga dan sedangkan di awal kalimat itu salah. Ini tabel penggantinya, aturan koma setelah konjungsi antarkalimat, dan 10 kalimat makalah diperbaiki.

Di halaman ini
- Kenapa "sehingga" dan "sedangkan" tidak boleh membuka kalimat?
- Apa pengganti "sehingga" dan "sedangkan" di awal kalimat?
- Apakah perlu koma setelah konjungsi antarkalimat?
- Contoh kalimat makalah yang salah dan perbaikannya
- Apakah "karena" dan "meskipun" juga tidak boleh di awal kalimat?
- Kesalahan yang sering terjadi saat memperbaiki konjungsi
- FAQ
- Apakah "sehingga" boleh di awal paragraf?
- Apakah "namun" boleh dipakai di tengah kalimat?
- Perlukah koma sebelum "sehingga"?
- Apa bedanya "oleh karena itu" dan "oleh sebab itu"?
- Bolehkah "dan" atau "tetapi" membuka kalimat?
"Sehingga" dan "sedangkan" tidak boleh dipakai di awal kalimat. Keduanya adalah konjungsi intrakalimat, artinya tugas mereka menghubungkan dua klausa di dalam satu kalimat, bukan menyambung kalimat yang sudah selesai dengan kalimat berikutnya. Kalau kamu ingin memulai kalimat baru, ganti dengan konjungsi antarkalimat seperti "Oleh karena itu," atau "Sementara itu,", atau gabungkan kedua kalimat menjadi satu.
Kenapa "sehingga" dan "sedangkan" tidak boleh membuka kalimat?
Tata bahasa baku Indonesia membagi kata penghubung menjadi dua kelompok berdasarkan wilayah kerjanya.
Konjungsi intrakalimat bekerja di dalam satu kalimat. Contohnya dan, atau, tetapi, sedangkan, padahal, karena, sehingga, meskipun, dan agar. Konjungsi antarkalimat bekerja di antara dua kalimat dan biasanya berada di awal kalimat kedua. Contohnya oleh karena itu, oleh sebab itu, dengan demikian, akan tetapi, namun, selain itu, sebaliknya, dan meskipun demikian. Penggolongan ini mengikuti buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Alwi dkk.), rujukan tata bahasa baku yang dipakai luas di perguruan tinggi.
Lihat kalimat ini:
Harga bahan pokok naik. Sehingga daya beli masyarakat menurun.
Kalimat kedua punya subjek dan predikat, tetapi diawali "sehingga", kata yang menandai anak kalimat akibat. Anak kalimat butuh induk kalimat di dekatnya. Karena induknya sudah dipisahkan oleh titik, yang tersisa adalah potongan kalimat yang menggantung. Pembaca bertanya, "Sehingga apa? Akibat dari apa?" Jawabannya ada di kalimat sebelumnya, padahal titik sudah menutupnya.
"Sedangkan" mengalami hal serupa. Kata ini membandingkan dua hal yang berbeda dalam satu kalimat: "Kelompok A memakai metode ceramah, sedangkan kelompok B memakai metode diskusi." Kalau dipotong menjadi dua kalimat, kalimat kedua kehilangan pasangan pembandingnya.
Apa pengganti "sehingga" dan "sedangkan" di awal kalimat?
Pilih pengganti berdasarkan makna yang ingin kamu sampaikan, bukan sekadar mencari kata yang terdengar resmi.
| Makna | Di dalam satu kalimat | Di awal kalimat baru |
|---|---|---|
| Akibat | sehingga | Oleh karena itu, / Oleh sebab itu, / Dengan demikian, / Akibatnya, |
| Membandingkan dua hal | sedangkan | Sementara itu, / Sebaliknya, |
| Pertentangan | tetapi | Akan tetapi, / Namun, |
| Pengakuan lalu bantahan | meskipun, walaupun | Meskipun demikian, / Walaupun begitu, |
| Tambahan | dan, serta | Selain itu, / Di samping itu, / Lagi pula, |
| Sebab | karena | (gabungkan kalimat, atau tulis "Hal itu terjadi karena ...") |
Dua catatan untuk tabel ini. "Sebaliknya" hanya tepat kalau dua hal yang dibandingkan memang berlawanan, misalnya naik dan turun. Untuk perbandingan yang sekadar berbeda, "Sementara itu" lebih netral. Lalu "karena" tidak punya pasangan antarkalimat yang satu kata, jadi biasanya lebih rapi kalau kedua kalimat digabung.
Apakah perlu koma setelah konjungsi antarkalimat?
Perlu. EYD V menetapkan bahwa tanda koma dipakai setelah kata atau ungkapan penghubung antarkalimat. Contoh yang disebut pedoman antara lain "oleh karena itu", "jadi", "dengan demikian", dan "meskipun demikian".
Salah: Oleh karena itu peneliti menggunakan uji nonparametrik.
Benar: Oleh karena itu, peneliti menggunakan uji nonparametrik.
Aturannya terbalik untuk "sehingga" di tengah kalimat. EYD V juga menetapkan bahwa koma tidak dipakai kalau induk kalimat mendahului anak kalimat. Karena "sehingga" mengawali anak kalimat yang berada di belakang, tidak perlu koma sebelumnya:
Kurang tepat: Biaya kos naik setiap tahun, sehingga banyak mahasiswa pindah ke pinggir kota.
Lebih tepat: Biaya kos naik setiap tahun sehingga banyak mahasiswa pindah ke pinggir kota.
Sebaliknya, "sedangkan" dan "tetapi" justru wajib didahului koma. EYD V menyebut koma dipakai sebelum "tetapi", "melainkan", dan "sedangkan" dalam kalimat majemuk pertentangan. Jadi ada dua pola yang perlu dihafal: ", sedangkan" dan ", tetapi" pakai koma, sementara "sehingga" di tengah kalimat tidak.
Contoh kalimat makalah yang salah dan perbaikannya
Sepuluh kalimat berikut meniru pola yang biasa muncul di makalah dan bab pembahasan.
-
Salah: "Harga bahan pokok naik. Sehingga daya beli masyarakat menurun." Benar: "Harga bahan pokok naik sehingga daya beli masyarakat menurun." Atau dua kalimat: "Harga bahan pokok naik. Akibatnya, daya beli masyarakat menurun."
-
Salah: "Kelompok A memakai metode ceramah. Sedangkan kelompok B memakai metode diskusi." Benar: "Kelompok A memakai metode ceramah, sedangkan kelompok B memakai metode diskusi."
-
Salah: "Data tidak berdistribusi normal. Sehingga peneliti menggunakan uji Mann-Whitney." Benar: "Data tidak berdistribusi normal. Oleh karena itu, peneliti menggunakan uji Mann-Whitney."
-
Salah: "Responden laki-laki berjumlah 40 orang. Sedangkan responden perempuan berjumlah 60 orang." Benar: "Responden laki-laki berjumlah 40 orang, sedangkan responden perempuan berjumlah 60 orang."
-
Salah: "Banyak mahasiswa bekerja paruh waktu. Tetapi nilai mereka tidak selalu turun." Benar: "Banyak mahasiswa bekerja paruh waktu. Namun, nilai mereka tidak selalu turun."
-
Salah: "Hasil penelitian ini belum dapat digeneralisasi. Karena jumlah sampelnya hanya 30 orang." Benar: "Hasil penelitian ini belum dapat digeneralisasi karena jumlah sampelnya hanya 30 orang."
-
Salah: "Mahasiswa diminta menyusun jadwal belajar. Dengan demikian mereka dapat mengatur waktu." Benar: "Mahasiswa diminta menyusun jadwal belajar. Dengan demikian, mereka dapat mengatur waktu."
-
Salah: "Biaya kos naik setiap tahun, sehingga banyak mahasiswa pindah ke pinggir kota." Benar: "Biaya kos naik setiap tahun sehingga banyak mahasiswa pindah ke pinggir kota."
-
Salah: "Akan tetapi hasil uji menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan." Benar: "Akan tetapi, hasil uji menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan."
-
Salah: "Sedangkan untuk variabel motivasi, hasilnya tidak signifikan." (di awal paragraf) Benar: "Sementara itu, variabel motivasi tidak berpengaruh signifikan." Kalimat ini juga menghapus "untuk" dan "hasilnya" yang tidak menambah makna.
Perhatikan kalimat ke-10. Membuka paragraf dengan "Sedangkan" sangat sering terjadi di bab pembahasan, biasanya saat beralih dari satu variabel ke variabel lain. Ini pertanda pikiranmu masih menyambung dari paragraf sebelumnya, jadi pengganti yang paling cocok adalah "Sementara itu," atau "Berbeda dengan variabel X,".
Kalimat lain yang tidak efektif di makalah, misalnya subjek yang hilang atau kata mubazir, dibahas di contoh kalimat tidak efektif di makalah.
Apakah "karena" dan "meskipun" juga tidak boleh di awal kalimat?
Boleh, asalkan kalimatnya lengkap. Ini bagian yang sering disalahpahami. Anak kalimat yang mendahului induk kalimat itu sah, dan EYD V justru mengatur komanya: anak kalimat di depan dipisahkan dengan koma dari induk kalimat. Contoh pedomannya "Kalau diundang, saya akan datang."
Benar: Karena jumlah sampelnya kecil, hasil penelitian ini belum dapat digeneralisasi.
Salah: Karena jumlah sampelnya kecil.
Yang membuat kalimat kedua salah bukan letak "karena", melainkan tidak adanya induk kalimat. Hal yang sama berlaku untuk "meskipun", "walaupun", "jika", dan "agar".
Lalu kenapa "sehingga" tidak bisa diperlakukan sama? Karena anak kalimat akibat secara logika selalu muncul setelah sebabnya. Kalimat "Sehingga daya beli menurun, harga bahan pokok naik" terbalik maknanya. Jadi "sehingga" praktis selalu berada di tengah kalimat. "Sedangkan" juga tidak bisa dipindah ke depan, karena ia selalu menghubungkan klausa kedua dengan klausa pertama.
Kesalahan yang sering terjadi saat memperbaiki konjungsi
- Menghapus "Sehingga" lalu membiarkan kalimat kedua tanpa penghubung. "Harga naik. Daya beli menurun." memang benar secara tata bahasa, tetapi hubungan sebab-akibatnya hilang.
- Mengganti semua "sedangkan" dengan "sebaliknya". Kalau dua kelompok hanya berbeda jumlah, bukan berlawanan, "sebaliknya" malah mengubah makna.
- Menganggap "karena" terlarang di awal kalimat. Seperti dibahas di atas, yang terlarang adalah kalimat tanpa induk.
- Lupa koma setelah "Oleh karena itu", "Dengan demikian", dan "Akan tetapi" setelah berhasil memindahkannya ke awal kalimat.
- Membuka tiga kalimat berturut-turut dengan "Selain itu,". Benar secara tata bahasa, tetapi terasa seperti daftar. Gabungkan sebagian atau ganti dengan "Di samping itu," dan "Lagi pula,".
Ejaan lain yang biasa dicoret bersamaan dengan konjungsi, seperti partikel "pun" dan kata depan "di", ada di kesalahan ejaan EYD V di makalah. Kalau masalahnya ada di bab pembahasan skripsi, lihat juga cara menulis bab 4 skripsi.
FAQ
Apakah "sehingga" boleh di awal paragraf?
Tidak. Awal paragraf selalu juga awal kalimat, jadi aturannya sama. Pakai "Oleh karena itu," atau "Akibatnya," kalau ingin menyambung dari paragraf sebelumnya.
Apakah "namun" boleh dipakai di tengah kalimat?
Dalam tata bahasa baku, "namun" digolongkan sebagai konjungsi antarkalimat, jadi tempat paling aman adalah di awal kalimat dengan koma: "Namun, ...". Di tengah kalimat, pakai "tetapi": "Metode ini murah, tetapi memakan waktu."
Perlukah koma sebelum "sehingga"?
Tidak, kalau "sehingga" berada di tengah kalimat dan mengawali anak kalimat akibat. EYD V menetapkan koma tidak dipakai ketika induk kalimat mendahului anak kalimat.
Apa bedanya "oleh karena itu" dan "oleh sebab itu"?
Fungsinya sama, yaitu menyatakan akibat di awal kalimat baru, dan keduanya diikuti koma. Pilih salah satu dan variasikan dengan "dengan demikian" supaya tidak berulang.
Bolehkah "dan" atau "tetapi" membuka kalimat?
Dalam tulisan ilmiah sebaiknya tidak. Keduanya konjungsi intrakalimat. Gabungkan dengan kalimat sebelumnya, atau ganti "Tetapi" dengan "Akan tetapi," atau "Namun,", dan ganti "Dan" dengan "Selain itu,".
