Kuliah

Tenses Abstrak Bahasa Inggris Skripsi: Kapan Present, Kapan Past

Tenses abstrak bahasa Inggris skripsi per kalimat: kapan simple present, kapan simple past, passive voice untuk metode, dan contoh abstrak dibetulkan.

Oleh Diterbitkan 5 Nov 2026 8 menit baca
Di halaman ini

Tenses abstrak bahasa Inggris skripsi mengikuti fungsi tiap kalimat. Latar belakang dan kesimpulan memakai simple present, karena menyatakan hal yang berlaku umum. Tujuan, metode, dan hasil memakai simple past, karena menceritakan penelitian yang sudah selesai dikerjakan. Bagian metode biasanya ditulis dalam passive voice ("Data were collected ..."), supaya fokusnya pada prosedur, bukan pada peneliti.

Panduan ini membahas tata bahasa Inggrisnya saja. Kalau yang kamu butuhkan adalah urutan isi dan panjang abstrak, lihat panjang dan struktur abstrak.

Tense apa untuk tiap kalimat abstrak?

Abstrak skripsi umumnya terdiri atas lima bagian, dan masing-masing punya tense yang wajar.

BagianTenseContoh kalimat
Latar belakangSimple present, kadang present perfectAcademic procrastination is common among university students. Previous studies have linked it to smartphone use.
TujuanSimple past (atau simple present kalau merujuk ke naskah)This study aimed to examine ... / This paper examines ...
MetodeSimple past, sering passiveData were collected using a questionnaire.
HasilSimple pastThe results showed that ...
Kesimpulan dan implikasiSimple present, sering dengan "suggest" atau "may"These findings suggest that ...

Alasannya sederhana. Fakta umum dan kesimpulan masih berlaku saat abstrak dibaca, jadi memakai present. Apa yang kamu lakukan dan temukan terjadi di masa lalu, jadi memakai past. Present perfect ("have linked") dipakai untuk merangkum penelitian terdahulu yang hasilnya masih relevan sampai sekarang.

Untuk kalimat tujuan, ada dua kebiasaan yang sama-sama diterima. "This study aimed to ..." menceritakan penelitian sebagai kegiatan yang sudah selesai. "This paper examines ..." merujuk ke naskah yang sedang dibaca, jadi memakai present. Pilih salah satu, lalu pastikan bagian lain mengikuti logika yang sama. Kalau pedoman fakultas atau jurnal tujuanmu memberi contoh, ikuti contoh itu.

Kenapa bagian metode memakai passive voice?

Di bagian metode, pembaca ingin tahu apa yang dilakukan terhadap data, bukan siapa yang melakukannya. Passive voice meletakkan prosedur di posisi subjek:

Data were collected from 120 students and analyzed using simple linear regression.

Bandingkan dengan versi aktif yang memakai "I": "I collected data from 120 students and I analyzed them using simple linear regression." Kalimat ini tidak salah secara tata bahasa, tetapi terasa seperti cerita pribadi. Skripsi di Indonesia umumnya menghindari "I". Kalau ingin kalimat aktif, jadikan penelitiannya sebagai subjek: "This study used a quantitative survey design."

Ada dua hal kecil yang sering terlewat di kalimat passive:

  1. Kata kerja "to be" harus ikut tense dan jumlah subjek. "Data were collected", "The sample was selected", "Two instruments were used".
  2. Kata kerjanya harus bentuk ketiga (past participle). "The data were analyze" salah, yang benar "analyzed".

Soal "data", bentuk jamak "data were" adalah pilihan paling aman di tulisan ilmiah, walaupun "data was" juga dipakai di sebagian gaya. Yang penting konsisten di seluruh abstrak.

Seperti apa abstrak yang salah dan versi perbaikannya?

Berikut abstrak rekaan yang meniru pola terjemahan kata per kata dari bahasa Indonesia, kesalahan yang sering muncul ketika abstrak diterjemahkan dengan mesin lalu tidak diperiksa ulang.

This research is aims to know the influence between social media usage to academic procrastination of students. The method used in this research is quantitative method with survey approach. The sample in this research are 120 students of Faculty of Economics which taken by purposive sampling. Data collection technique using questionnaire and analyzed with simple linear regression. The result of this research show that there is a significant influence between social media usage to academic procrastination with significance value 0,000 and R square 0,312. Based on the result, can be concluded that social media usage is increase academic procrastination of students.

Kesalahannya, kalimat demi kalimat:

  1. "This research is aims" memakai dua kata kerja sekaligus, terjemahan langsung dari "penelitian ini bertujuan". Pilih "This study aimed" atau "This research aims". "To know" juga terjemahan dari "untuk mengetahui"; dalam tulisan ilmiah, pakai "to examine" atau "to determine".
  2. "Influence between ... to ..." adalah salinan "pengaruh antara ... terhadap ...". Dalam bahasa Inggris, polanya "the effect of X on Y".
  3. "The method used in this research is quantitative method" berputar-putar. Cukup "A quantitative survey design was employed."
  4. "The sample ... are" tidak cocok, karena "sample" tunggal. "Which taken" kehilangan kata kerja bantu, karena yang diterangkan adalah mahasiswanya: "who were taken". Lebih rapi: "The sample consisted of 120 students ..., selected through purposive sampling."
  5. "Data collection technique using questionnaire" tidak punya kata kerja utama, jadi bukan kalimat. Ubah menjadi "Data were collected using a questionnaire".
  6. "The result of this research show" tidak cocok antara subjek dan kata kerja. Lagi pula hasil biasanya lebih dari satu, jadi "The results showed".
  7. "0,312" memakai koma desimal. Itu benar di naskah berbahasa Indonesia, tetapi di abstrak berbahasa Inggris desimal ditulis dengan titik: 0.312. Signifikansi "0,000" dari output juga sebaiknya ditulis p < 0.001, karena nilainya tidak benar-benar nol. Aturan sebaliknya untuk naskah Indonesia dibahas di aturan penulisan angka di karya ilmiah.
  8. "Can be concluded" tidak punya subjek. Bahasa Inggris wajib punya subjek, jadi "it can be concluded that", atau lebih ringkas dengan "These findings suggest that".
  9. "Is increase" lagi-lagi memakai dua kata kerja. Yang benar "increases".

Versi perbaikannya:

This study aimed to examine the effect of social media use on students' academic procrastination. A quantitative survey design was employed. The sample consisted of 120 students from the Faculty of Economics, selected through purposive sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed using simple linear regression. The results showed that social media use had a significant positive effect on academic procrastination (p < 0.001) and explained 31.2% of its variance (R² = 0.312). These findings suggest that time-management programs for students should also address their social media habits.

Perhatikan pola tensenya: tujuan, metode, dan hasil memakai past ("aimed", "was employed", "consisted", "were collected", "showed"), sedangkan kalimat terakhir kembali ke present ("suggest") karena berisi kesimpulan yang masih berlaku. Angka 31,2% juga sesuai dengan R² 0,312, karena R² dikali 100 memberi persentase variasi yang dijelaskan.

Kesalahan khas terjemahan mesin yang perlu dicek

Mesin penerjemah dan alat AI sekarang jauh lebih baik, tetapi masih mewarisi susunan kalimat Indonesia kalau kalimat sumbernya panjang dan berbelit. Berikut pola yang paling layak dicari saat swasunting:

  • Dua kata kerja berurutan: "is aims", "is increase", "are consist". Hampir selalu salah.
  • "Influence between X to Y" atau "relationship between X to Y". Pakai "effect of X on Y" atau "relationship between X and Y".
  • Kalimat tanpa subjek: "Can be concluded that ...", "Was found that ...". Tambahkan "it" atau ubah susunannya.
  • Frasa tanpa kata kerja yang ditulis sebagai kalimat: "Data collection technique using questionnaire."
  • "Researches" sebagai jamak. "Research" adalah nomina tak terhitung. Untuk menghitung, pakai "studies": "Previous studies have shown ...".
  • Present continuous yang tidak perlu: "This research is examining ...". Abstrak skripsi tidak memakai bentuk ini.

Mengecek subjek dan kata kerja seperti ini sama dengan langkah pertama mengerjakan soal TOEFL, yang dibahas di cara cepat written expression TOEFL ITP.

Kesalahan yang sering terjadi saat menulis abstrak bahasa Inggris

  • Mencampur tense dalam satu bagian. "The results showed that X has an effect and Y had no effect." Kalau kedua hasil diceritakan sebagai temuan, pakai past untuk keduanya.
  • Menulis hasil dalam present karena menganggapnya fakta. Temuan dari sampelmu adalah hasil penelitian yang sudah dilakukan, jadi past. Generalisasi dan implikasinya baru memakai present.
  • Menyalin judul Indonesia kata per kata ke kalimat tujuan. "The influence of the use of social media to ..." lebih rapi menjadi "the effect of social media use on ...".
  • Memakai passive di semua kalimat. "It was found that the results showed that ..." menumpuk dua lapis passive tanpa menambah makna. Di bagian hasil, "The results showed that ..." sudah cukup.
  • Lupa bahwa abstrak bahasa Inggris harus memuat isi yang sama dengan abstrak Indonesia, termasuk angka utamanya. Abstrak Inggris sering lebih pendek karena bagian hasil terpotong.

Setelah abstrak beres, bagian kesimpulan skripsi biasanya perlu diselaraskan, karena kalimat terakhir abstrak meringkasnya. Panduannya ada di cara menulis kesimpulan dan saran skripsi.

FAQ

Boleh pakai Google Translate atau AI untuk abstrak?

Boleh sebagai draf awal, selama pedoman kampusmu tidak melarang. Yang penting, periksa setiap kalimat dengan tabel tense di atas dan daftar kesalahan terjemahan mesin. Kalimat sumber yang pendek dan jelas juga menghasilkan terjemahan yang lebih baik.

"This study" atau "this research"?

Keduanya benar. Bedanya, "study" bisa dihitung (a study, two studies), sedangkan "research" tidak (bukan "a research" atau "researches"). Kalau ingin menyebut penelitian lain dalam bentuk jamak, pakai "previous studies".

Apakah abstrak boleh memakai "we" atau "I"?

Skripsi di Indonesia umumnya memakai sudut pandang penelitian ("This study ...") atau passive voice. Sebagian jurnal internasional menerima "we", tetapi untuk skripsi, ikuti pedoman fakultas dan contoh skripsi yang sudah disetujui di jurusanmu.

Kalimat tujuan pakai "aims" atau "aimed"?

Keduanya dipakai. "Aimed" menceritakan penelitian yang sudah selesai, "aims" merujuk ke naskah yang sedang dibaca. Yang salah adalah "is aims" dan mencampur keduanya di abstrak yang sama.

Apakah keywords juga harus mengikuti aturan tense?

Tidak. Keywords berupa kata atau frasa benda, bukan kalimat, jadi tidak ada tense. Cukup pastikan istilahnya sama dengan yang dipakai di abstrak, misalnya "academic procrastination; social media use".

Artikel Terkait

Siap taklukkan UTS, UAS, dan skripsi?